Detail Berita

Mengenal Syekh Shabbir Ahmad Usmani: Ulama, Penulis, dan hubungannya dengan ulama Indonesia

Tanggal: 2026-07-27

Latar Belakang & Pendidikan
Keluarga Ulama: Beliau lahir di Bijnor, India British. Berasal dari keluarga terpandang dan terdidik; saudaranya (Azizur Rahman Usmani) merupakan Mufti Besar pertama di Darul Uloom Deoband.

Pendidikan: Menimba ilmu di pusat pengajian Islam terkemuka, Darul Uloom Deoband, di bawah bimbingan ulama besar Maulana Mahmud Hasan Deobandi. Setelah lulus, beliau mengabdi sebagai pengajar di lembaga tersebut.

2. Perjalanan Karier & Peristiwa Penting
Mengajar Kitab Hadis Utama: Beliau mengajar kitab Sahih Muslim (mulai 1915) dan Sahih al-Bukhari (mulai 1933 di Jamiah Islamiah Talimuddin Dabhel, Gujarat). Beliau juga turut mendirikan Jamia Millia Islamia di New Delhi pada tahun 1920.

Debat Ziarah di Arab Saudi (1925): Saat memimpin delegasi ulama India ke Arab Saudi, beliau sempat dilarang berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW oleh prajurit (askar) setempat karena dianggap syirik. Beliau lalu mengajak ulama Wahabi berdialog hingga berhasil memenangkan perdebatan. Peristiwa ini menjadi momen bersejarah di mana ziarah ke makam Rasulullah kembali diizinkan pada era Raja Ibn Saud.

Murid dari Indonesia: Beliau memiliki murid asal Jawa Tengah bernama Dzarmuji yang nekat berjalan kaki menuju Arab Saudi. Karena kagum dengan kealiman Syekh Shabbir, Dzarmuji belajar kepadanya selama 3,5 tahun—termasuk mempelajari strategi politik dan militer Islam. Oleh Syekh Shabbir, nama Dzarmuji kemudian diubah menjadi Ahmad Ridho.

3. Karya Utama
Tafsir Usmani: Kitab tafsir rujukan penting yang disusun bersama gurunya, Maulana Mahmud Hasan Deobandi.

Fathul Mulhim: Kitab syarah (penjelasan) terkenal untuk Sahih Muslim.

4. Peran Politik & Akhir Hayat
Perjuangan Pakistan: Pada tahun 1944, beliau bergabung dengan All-India Muslim League dan memimpin kelompok ulama Deoband yang mendukung kemerdekaan Pakistan.

Mendirikan Jamiat Ulema-e-Islam: Pada tahun 1945, beliau mendirikan partai ini dan menjabat sebagai presiden pertama hingga akhir hayatnya.

Wafat: Beliau wafat pada 13 Desember 1949 di Bahawalpur, dan dimakamkan di Karachi, Pakistan.

← Kembali ke Berita