Profil Pondok Pesantren

AL WAJD AL ISLAMY

A. Identitas Pesantren

Nomor Statistik Pesantren: 510233030104
Nama Pesantren: Al Wajd Al Islamy
Nama Pendiri: Muhammad Hikamudin Suyuti, S.S., M.S.I.
Alamat: RT 12 RW 6 Pesurungan, Karangkemiri, Kemangkon, Purbalingga
Afiliasi Ormas: Nahdlatul Ulama (NU)
Nama Yayasan: Fathul Mulhim As Suyuti
Pimpinan Pesantren: K. Muhammad Hikamudin Suyuti
Kontak: 083186893691
PIC: Mutrofi, S.Pd (085325298250)

B. Sejarah Berdirinya Pesantren

Pondok Pesantren Al Wajd Al Islamy berdiri pada September 2020 di Desa Karangkemiri, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga di atas lahan ±0,5 Ha. Kehadirannya dilandasi semangat dakwah dan pendidikan Islam untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah dinamika global.

Lingkungan sosial masyarakat yang plural serta kedekatan geografis dengan pusat kota memberi tantangan sekaligus peluang bagi pesantren untuk menjaga nilai tradisi keislaman, dengan peran kyai sebagai pusat keteladanan.

C. Visi

“Tafaqquh fi al-din, mencetak manusia ulul albab.”

D. Misi

E. Tujuan

F. Muassis (Pendiri) Pesantren

Pendiri Pesantren

K.H. Muhammad Hikamudin Suyuti

Akta Yayasan

Dokumen Legal Yayasan

a. Kelahiran

K.H. Muhammad Hikamudin Suyuti lahir di Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, pada 21 Januari 1983 M.

b. Nasab

Nasab beliau adalah K.H. Muhammad Hikamudin Suyuti bin K.H. Ahmad Zabidi bin K.H. Muhammad Zuhdie (Leler) bin K.H. Abdul Manan bin K.H. Ditowongso, yang dikenal sebagai bagian dari pasukan elit Pangeran Diponegoro dari kalangan ulama.

Ayah beliau, K.H. Ahmad Zabidi (±1934), merupakan ulama kharismatik dari Grumbul Leler, Randegan, Banyumas, yang dikenal memiliki keluasan ilmu fiqh, nahwu sharaf, serta ilmu hikmah. Beliau melanjutkan perjuangan ayahandanya K.H. Muhammad Zuhdie, pendiri Pondok Pesantren Leler, serta membantu K.H. Hisyam Zuhdie dalam pengasuhan pesantren tersebut.

Dari jalur ibu, nasab keluarga tersambung kepada Sunan Gunung Jati melalui Sayyid Ahmad Ridho Kebarongan, yang memiliki garis keturunan ulama besar Nusantara. Sejarah penyebaran keturunan Sunan Gunung Jati hingga wilayah Banyumas dan Banjarnegara tidak terlepas dari dinamika politik Kesultanan Pajang pada masa Sultan Hadiwijoyo.

Dalam konteks inilah, salah satu cucu Sunan Gunung Jati menetap di wilayah Pesurungan sebagai bagian dari upaya meredam konflik lokal. Wilayah Pesurungan kemudian menjadi tempat bersejarah yang hingga kini memiliki ikatan kuat dengan tradisi keulamaan.

Pada tahun 2020, Kiai Hikamudin Suyuti menjual sebidang tanah warisan keluarga di Grumbul Leler, Randegan, Banyumas, untuk membeli lahan yang lebih luas di Pesurungan, Karangkemiri, Kemangkon, Purbalingga. Dari sinilah Pondok Pesantren Al Wajd Al Islamy dirintis dan dikembangkan.

Riwayat Pendidikan dan Kiprah Akademik

Pendidikan formal beliau dimulai dari MI Salafiah Kebarongan, MTs Ma’arif Sumpiuh, SMU YABAKII Kesugihan Cilacap, hingga menyelesaikan studi S1 dan S2 Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Selain pendidikan formal, beliau menimba ilmu di berbagai pesantren dan lembaga nonformal, di antaranya Pondok Pesantren Darul Hikam Kediri, Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, serta program kebahasaan Arab dan Persia hasil kerja sama internasional.

Saat ini beliau merupakan dosen tetap UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto dan penulis berbagai buku serta artikel ilmiah bereputasi nasional dan internasional, sekaligus muassis dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Al Wajd Al Islamy.

G. Kiprah Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti dalam Dunia Pendidikan

Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti merupakan lembaga sosial-keagamaan yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan berdiri secara resmi pada tahun 2022 di Pesurungan, Karangkemiri, Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Sejak awal pendiriannya, yayasan ini hadir sebagai wadah perjuangan umat dalam menegakkan nilai-nilai keislaman melalui jalur pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. Dengan semangat ikhlas beramal dan berkhidmat untuk umat, Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti optimis tumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.

Lahir dari kepedulian para ulama dan tokoh masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan Islam yang integral, yayasan ini didirikan atas keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan utama dalam membangun peradaban umat yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing tanpa kehilangan identitas keislaman.

Filosofi Nama Yayasan

Nama “Fathul Mulhim As Suyuti” diadopsi dari judul kitab hadis karya Syekh Sabirrohman yang menyusun syarah Shahih Muslim dalam 35 jilid. Penamaan ini mengandung makna persatuan langkah umat Islam (ittihād) dalam beramal, berjuang, dan berkhidmat demi kemaslahatan bersama.

Nilai-nilai keilmuan, kebersamaan, dan kesinambungan tradisi keislaman tersebut menjadi pondasi utama dalam setiap aktivitas dan arah gerak Yayasan hingga saat ini.

1. Komitmen pada Pendidikan Diniyah dan Pengembangan Santri

Sejak awal berdiri, Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti memprioritaskan pendidikan nonformal bagi anak-anak, remaja, dan dewasa pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Program pendidikan dikelola secara bertahap dan terstruktur, sehingga mampu menarik minat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti UIN SAIZU Kampus 2 Purbalingga dan Universitas Jenderal Soedirman Kampus Kalimanah, untuk mondok dan mengaji.

Seluruh satuan pendidikan di bawah naungan yayasan dikelola secara profesional dengan visi mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan ilmu agama, ilmu pengetahuan umum, teknologi, serta pembentukan karakter (character building).

Pendidikan di Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Ilmu diposisikan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus sebagai bekal untuk berkontribusi secara aktif di tengah masyarakat.

Program Keagamaan dan Pengabdian

Yayasan juga mengembangkan berbagai program nonformal dan keagamaan, antara lain tahfidz Al-Qur’an, pengajian rutin kitab kuning seperti tafsir, hadis, nahwu sharaf, serta penguatan kemahiran berbahasa Arab hingga pengenalan bahasa Persia.

Program-program tersebut menjadi wahana pembentukan mental dan spiritual santri agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keimanan kuat, berakhlakul karimah, serta siap mengabdi kepada masyarakat.

2. Pengakuan dan Harapan ke Depan

Selama lebih dari tiga tahun kiprahnya, Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti telah melahirkan santri dan alumni yang aktif berkontribusi di berbagai bidang, baik sebagai pendidik, pendamping masyarakat, maupun penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar. Para santri juga terlibat langsung dalam kegiatan TPQ dan pendidikan anak-anak warga sekitar.

Ke depan, Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan pendidikannya, termasuk rencana pendirian lembaga pendidikan formal setingkat MTs dan MA, tanpa mengesampingkan peningkatan mutu, profesionalisme pengelolaan, serta digitalisasi pembelajaran.

Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan seluruh civitas akademika, Yayasan Fathul Mulhim As Suyuti bersama Pondok Pesantren Al Wajd Al Islamy optimis akan terus menjadi pilar penting dalam pembangunan pendidikan Islam di Indonesia dengan semangat “Bakti untuk Ilmu dan Umat.”

© Pondok Pesantren Al Wajd Al Islamy